Saat saya melihat berbagai macam pameran seni rupa, banyak sekali corak dan emosi seseorang yang tampil dalam karyanya. Kebingungan akan muncul pada orang yang baru belajar tantang seni ketika mereka melihat seni instalasi. Dari kebingungan ini akan muncul berbagai macam pertanyaan tentang seni yang sesungguhnya. Apakah ini adalah seni yang sesungguhnya ?. Apakah karya yang semacam ini akan baru dianggap seni?. Pertanyaan apakah –apakah lainya inipun akan menyusul. Hal ini tidak hanya terjadi pada anda atau seorang, hal ini pun juaga terjadi pada penulis. Setelah menemukan jawaban dari berbagai macam pertanyaan ini keraguan dan pertanyaan lainyapun akan berhenti.
Seorang manusia ataupun seniman memiliki tiga masa dalam berkarya seni yaitu, mencari, membuktikan dan menemukan. Seorang seniman yang baru mempelajari tentang seni, baik seni rupa ataupun seni yang lainya akan di awali dari proses pencarian. Jawaban ini muncul ketika saya melihat seorang siswa yang sangat tekun membuat sketsa sampai banyak menghabiskan waktunya untuk hal itu. Ataupun seorang desaigner yang selalu duduk di depan komputer yang mempelajari software grafik dan belajar menata kata dan warna, untuk menemukan estetika desain yang menarik perhatian dan bisa berkomunikasi lewat karya–karya desinnya. Hal ini memang harus dilalui oleh seorang pemula, karena inilah basic yang akan sangat berperan dalam perkembangan kesenianya yang akan datang.
Masa yang selanjutnya adalah masa pembuktian, dimana apa yang mereka cari dan yang mereka pelajari di buktikan suatu kebenaranya. Pada masa inilah muncul karya seni instalasi dan seni multi media yang lain. Hal ini dilakukan seoarang seniman adalah untuk membuktikan dari apa yang ia cari dalam masa pencarianya ataun untuk mencari suatu identitas tentang karyanya sehingga bisa dikenal, hal ini dilakukan seorang seniman dengan cara mengadakan pameran atau kegiatan yang lainya yang bertujuan untuk perkenalan dan mengenalkan. Jika ia seorang desaigner hal ini dilakukan dengan promosi lewat contoh-contoh iklan ciptaanya.
Seorang seniman ysng sudah memiliki sipat yang konsisten tentang corak atau gaya yang ia hadirkan dalam karyanya.
Jika muncul pertanyaan mengapa Nyoman Gunarsa hanya melukis seperti itu dan terus seperti itu ?. hal ini di dikarenakan ia telah menemukan suatu kebenaran dari apa yang ia cari dan telah ia buktikan lewat berbagai macam kegiatan dan pamerannya. Mungkin semua seniman akan mengalami proses seperti ini. tapi akan di lalui saat seorang seniman memilliki kedewasaan tentang hakikat seni rupa yang tinggi. Karena tanpa adanya suatu macam kesadaran semacam ini mungkin sulit di capai. Untuk mencapai masa ini juga harus didukung oleh pengalaman yang cukup dalam dunia berkesenian
Setelah mengerti dan memahami masa-masa sang seniman dalam barkarya di harapkan pertanyaan semacam di atas tidak membebani pikiran seorang pemula. Dalam berkarya. Dan pertanyaan yang perlu dijawab adalah tentang apa yang ingin mereka angkat dalam karyanya. Bagaimana mereka menghubungkan antara sesuatu yang meeka angkat dengan karyanya sehingga antar konsep dan karya menjadi kesatuan yang utuh. Semoga sekapur sirih penetahuan seperti di atas bisa bernanpaat dalam memplajari karya seni.
Penulis ; Nyoman Suartawan
|