Deskripsi IMAJINASI DUNIA MASA DEPAN
Tugas Mata Kuliah Studio Lukis VII
Oleh. Nyoman Suartawan
Mahasiswa ISI Denpasar semester VII tahun akademik 2006/2007
PENGERTIAN JUDUL
Untuk menghindari kesalah pahaman tentang judul yang ingin pencipta angkat sebagai pengantar karya ini, di sini pencipta ingin memberikan sebaris pengertian agar bisa dipahami apa maksud dan tujuan saya mengangkat judul ini
Imaji ; Sesuatu yang dibayangkan
Imajinasi ; Daya pikir untuk membayangkan ( dalam angan-angan) atau menciptakan (lukisan, karangan,dsb)
; Khayalan
Imajinatif ; Memmpunyai atau menggunakan imajinasi untuk berkhayal
Dunia ; Bumi dan segala sesuatu yang berada di atasnya (planet tempat kita hidup)
; Alam dan segala kehidupanya
; Semua manusia yang ada di muka bumi
; Lingkungan atau lapangan kehidupan
; Segala yang bersipat kebendaan
; Peringkat antara bahasa
Masa ; Waktu ketika atau saat
Masa depan ; Waktu atau saat yang terjadi di masa depan atau akan datang.
Dari berbagai macam pengetian inilah diatas pencipta dapat menyimpulkan pengertian tema yang di angkat, yaitu “Imajinasi Dunia Masa Depan “ yang berarti sebuah khayalan atau bayangan tentang dunia atau masa yang mungkin terjadi di masa yang akan datang.
IDE PENCIPTAAN
Dalam menciptakan sebuah karya seni ide merupakan sebuah hal pokok yang menjadi pijakan dalam berkarya seni. Ide ini bisa muncul dari berbagai macam endapan pengalaman – pengalaman yang menarik yang pernah dialami.
Dalam hal ini menyimak suatu perkembangan zaman atau masa sangat menarik bagi pencipta untuk diungkapkan ke dalam karya seni lukis. Yang menarik bagi pencipta tentang dunia masa depan adalah karena dunia tersebut belum ada, hanya bisa dibayangkan dalam angan, yang mungkin bisa menjadi ukuran tentang dunia yang akan datang adalah teknologi saat ini. Dengan mengangkat fenomena tentang teknologi banyak masalah yang bisa pencipta ungkapkan dari kontradiksi tradisi dan modern, revolusi, sampai pada ketinggian suatu peradaban. Jadi pencipta tidak terjepit oleh sempitnya ruang penggalian ide dalam proses berkarya
INSPIRASI PENCIPTAAN
Yang menjadi sumber inspirasi penciptaan di sini adalah teknologi dan metal, hal ini muncul berawal dari hobby pencipta sendiri mengamati perkembangan teknologi dan bermain komputer, hobby mengedit gambar digital dan membuat obyek tiga demensi banyak memberikan rangsangan terhadap perkembangan kreativitas pencipta. Khususnya dalam hal ini semua ditemukan dari hobby pencipta tersebut, yang menarik dari teknologi seprti mesin dan metal ini adalah kerumitan dan kilap-nya, di mana teknologi dapat menjadi suatu symbol peradaban yang tinggi, sedangkan kilap metal atau logam dapat menjadi symbol suatu kemewahan, sedangkan karat logam dapat mencerminkan suatu kehancuran atau pelapukan.
KONSEP PENCIPTAAN
Dunia masa depan hanyalah sebuah mimpi yang belum persis akan terjadi, dan dunia masa depan tidak jauh berbeda dengan cita – cita yang terjadi atau tidaknya tidak bisa di ramalkan secara pasti, untuk itulah dalam tema yang pencipta tulis bubuhi kata imajinasi yang berarti sebuah khayalan, harapan, atau bayangan. Jadi yang ingin diungkapkan di sini adalah sebuah bayangan atau khayalan tentang dunia di masa depan, dari efek sampingnya terhadap tradisi sampai pada perkembangan peradaban manusia, hal ini juga tidak lepas dari apa yang pencipta simak dalam pengamatan teknologi saat ini. Dimana perkembaganan teknologi saat ini telah banyak merapuhkan tradisi, sehingga lama kelamaan tradisi ini akan musnah tanpa jejak yang tertinggal, contoh yang sederhana yang munkin bisa kita ambil adalah penggunaan sapi dalam membajak sawah yang sudah digantikan oleh traktor, karena lebih cepat lebih mudah dan efisien. Sehingga kalau kita jelajahi wilayah persawahan di Bali saat ini membajak menggunakan sapi sangat terasa langka bahkan tidak ada. Hal ini dapat membuktikan teknologi dapat merapuhkan tradisi.
PROSES PENCIPTAAN
Dalam proses penciptaan seorang seniman memiliki metode – metode tersendiri, proses kreativitas tersebut bisa terjadi sangat cepat dan kadang pula terjadi sangat lambat dan memakan waktu yang lama. Dalam hal ini pencipta memulai dari penggalian ide, membuat sketsa yang kemudian di sesuaikan dengan apa yang ingin di angkat, sebagai proses perwujudan karya.
Dalam proses penggalian ide pencipta mengawali dengan berbagai macam kegiatan desain dengan menglola gambar tiga demensi dengan memakai software grafis di komputer, gambar yang diklola bisa diambil dari wallpaper ataupun gambar yang diciptakan sendiri dan pemakain kamera digital sebagai alat pengambilan gambar. Dalam pebuatan desain karya ini adalah lebih menonjolkan pada komposisi warna, bentuk dan bidang, sedangkan detailnya di lakukan lebih banyak secara manual. Alasan pencipta memakai desain atau rancangan dalam berkarya seni lukis adalah untuk memudahkan proses penciptaan, dapat mengatur tahapan yang akan dilakukan dalam proses penciptaan, sehingga dalam proses penciptaan tidak memakan waktu terlalu lama, tapi waktu lebih banyak pada proses pembuatan rancangan karena perlu penyesuaian tentang tema yang diangkat dan pesan apa yang ingin di sampaikan lewat karya tersebut.
Dalam proses awal saat berkarya dipilih berbagai macam alat dan bahan yang akan digunakan dalam proses visukisasi, tentunya yang berhubungan dengan kebutuhan, sehingga dapat tercipta sesuai dengan apa yang di harapkan, yang pencipta lakukan dalam proses percobaan adalah dengan langsung memakai kanvas karena seluruh karya memakai media kanvas. Percobaan ini bertujuan adalah untuk mengenal karakter media atau bahan. Bagaimana sipat bahan, kekuatan bahan dan menemukan efek yang ditimbulkan dari berbagai macam teknik penerapan bahan. Bahan – bahan yang di pakai dalam berkarya adalah;
- Spanram ; Terbuat dari kayu yang berfungsi sebagai alat untuk merentangkan kain kanvas
- Kanvas ; Kain yang mempunyai serat tegak lurus yang dilapisi dengan campuran lem dengan zingwith, hal ini berguna untuk menutupi pori-pori kain.
- Lem ; Lem digunakan sebagai perekat. Dalam hal ini di pakai sebagai bahan pencampur zingwith sebagai cat dasar kanvas dan sebagai pencampur bahan dalam membuat tekstur.
- Zingwith ; Bubuk berwarna putih yang di pakai sebagai bahan dasar cat. Dalam hal ini di pakai untuk membuat cat dasar kanvas.
Alat yang mendukung pencipta dalam mewujudkan suatu karya diantaranya adalah sebagai berikut
- Kuas ; Alat untuk memerapkan cat di atas kanvas yang memiliki berbagai macam ukuran
- Pensil ; Alat yang di pakai untuk membuat sketsa diatas kanvas sebagai suatu rancangan pembuatan
- Palet ; Alat untuk mencampur warna, yang bisa dipakai triplek atau kaleng yang berfungsi menahan cat agar tidak tumpah.
Setelah ide mengenai persoalan apa yang ingin di angkat sudah ditemukan, selanjutnya adalah berkarya, karena bagi pencipta karya itu sudah jadi 80% sedangkan 20% hanyalah tinggal mewujudkan dalam wujud karya seni dalam hal ini lukisan. Dalam proses pembentukan pencipta memiliki berbagai tahapan yaitu;
- Membuat sketsa dalam bidang kanvas dengan pensil atau langsung dengan kuas ini berfunsi untuk membentukl konposisi, dan membagi bidang agar sesuai dengan apa yang diharapkan.
- Membuat bentuk secara global dengan melakukan blok warna dengan memakai kuas yang cukup besar, karena dapat memudahkan proses ini
- Merespon bentuk tersebut dengan mencari detil bentuk warnanya, yang bisa di katakan memulai pembuatan obyek secara realist
- Mengontrol apa kira yang belum atau perlu ditambahakan sebelum karya itu bisa diangggap selesai.
Element Pendukung Dalam Seni Rupa
Garis merupakan perpaduan titik-titik yang searah dan sama besar, yang memiliki dimensi memanjang, pendek, halus, tebal melengkung, lurus dan lain – lain. Garis juga sering di gunakan sebagai symbol emosi yang sering di sebut dengan goresan.
Dalam karya ini banyak memakai goresan yang cukup liar dalam menciptakan bidang. Garis kontras putih diciptakan untuk membuat kesan kilap yang biasa di pakai merespon karakter logam.
Bidang merupakan perpaduan dari garis yang sering membatasi suatu bentuk. Bidang terdiri dua jenis, yaitu bidang geometris dan bidang nongeometris. Selain terbentuk oleh perpaduan garis, bidang bisa terbentuk akibat hamparan atau pulasan warna, seperti bidang merah atau bidang putih.
Bidang flat banyak dimanfaatkan sebagai latar belakang, untuk mendukung biasanya pencipta lebih sering memakai bidang yang berwarna abu-abu dan coklat.
Warna adalah kesan yang timbul akibat pantulan cahaya ke mata. Menurut proses kejadiannya warna dapat di bagi menjadi dua yaitu warna additive dan subtractive. Additive adalah warna yang berasal dari cahaya yang disebut dengan spectrum. Sedangkan warna substraktive adalah warna dari bahan yang di sebut dengan pigment. Warna merupakan unsur yang memikat dalam penampilanya. Inilah yang menyebabkan unsur ini lebih komunikatif dari pada usur yang lain dengan warna inilah seorang seniman mempertegas bentuk, suasana yang memberi kesan, seperti kesan sedih, riang, gembira dan lainya
Dalam karya ini pencipta cenderung memakai warna abu dan putih untuk mengesankan warna metal yang mengkilap.
Bentuk adalah wujud dari suatu benda yang dapat diindra dengan mata. Bentuk juga bisa bisa terjadi karena di batasi oleh sebuah kontur (garis)dan warna yang berbeda.
Dalam karya ini pencipta banyak mengambil bentuk berupa mesin. Logam dan komponen elecronika. Untuk mengungkapkan teknologi dunia masa depan
Tekstur merupakan suatu nilai raba pada suatu permukaan. Tekstur memiliki dua jenis, yaitu tekstur nyata nyata dan semu. Tekstur nyata adalah nilai raba pada suatu permukaan yang jika di rasakan atau disentuh terasa kasar ataupun sesuai dengan apa yang kita lihat, sedangakan tekstur semu adalah nilai raba pada permukaan yang tidak sama kalau diraba atau dirasakan, kesan kasar bisa di pandang dalam permukaan yang halus.
Dalam karya ini pencipta menggukan tekstur untuk menciptakan kesan kerumitan pada obyek atau latar belakang.
Komposisi adalah penyusunan dari element seni rupa baik itu berupa garis, bidang, warna dan lainya. Dalam karya ini pencipta cenderung mengkomposisikan satu obyek yang cenderung berada di tengah hal ini bertujuan untuk lebih menonjolkan obyek tersebut.
Proporsi adalah hubungan ukuran antar bagian dan bagian, serta bagian dan kesatuan yang sangant berhubungan erat dengan keseimbangan, iram dan kesatuan, dalam karya ini proporsi disesuikan dengan ukuran media sehingga tidak mengesankan berat sebelah.
Keseimbangan antar obyek obyeknya perlu diperhitungakn agar tidak mengesankan berat sebelah. Dalam karya ini pencipta menciptakan keseimbangan dengan pemakian warna dan bidang.
Pusat Perhatian diciptakan supaya ada suatu penonjolan dari suatu karya seni. Pencipta menampilkan sedikit onbyek agar obyek bisa menjadi pusat perhatian, dan tidak ada pertentangan dengan element yang lain.
Nilai kontras juga sangat mendukung untuk menciptakan suatu pusat perhatian, tapi disini warna kontras di manpaatkan |